MERAWAT LUKA YANG TAK TERLIHAT:
SENTUHAN TRAUMA HEALING PERAWAT RS MUTIARA SUKMA BERSAMA TIM MEDIS NTB UNTUK IBU-IBU PENYINTAS BANJIR
Aceh - Di tengah sisa-sisa duka pascabanjir, tiga orang perawat RS Mutiara Sukma yang tergabung dalam Tim Medis NTB Batch 2 kembali menyalakan harapan bagi para penyintas. Pada (30/12), tim hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa dan fisik bagi warga yang belum tersentuh layanan medis di wilayah kerja Puskesmas Tanah Jambu AE.
Di Dusun A, Desa Glumpang Mpuno, tim memberikan layanan trauma healing kepada ibu-ibu dengan rentang usia 22 hingga 60 tahun melalui teknik relaksasi napas dalam dan hipnosis lima jari. Sementara itu, di Dusun Budiadari, Desa Menaseh Gudo, terapi relaksasi otot progresif diberikan kepada kelompok ibu-ibu dengan usia 20 hingga 64 tahun. Mayoritas peserta menunjukkan gejala depresi ringan dan kecemasan sedang, dampak psikologis yang masih membekas setelah bencana.
Terapi dilakukan secara berkelompok, menciptakan ruang aman bagi para ibu untuk saling menguatkan, melepaskan ketegangan, dan perlahan menenangkan batin. Dalam kesederhanaan kegiatan, tampak air mata yang luruh, napas yang mulai teratur, dan wajah-wajah yang kembali menemukan ketenangan.
Tak hanya merawat luka batin, Tim Medis NTB juga memberikan pelayanan pengobatan umum kepada warga. Secara keseluruhan, sebanyak 335 orang mendapatkan layanan kesehatan di dua lokasi tersebut—wilayah yang sebelumnya belum mendapatkan pelayanan medis pascabencana.
Kehadiran Tim Medis NTB bukan sekadar membawa obat dan terapi, tetapi juga harapan dan empati. Sebab pemulihan bencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah, melainkan juga memulihkan jiwa-jiwa yang terdampak, agar masyarakat dapat kembali melangkah dengan lebih kuat dan penuh harapan.