Mataram – Dalam rangka mendukung capaian indikator program kesehatan jiwa, Direktorat Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI mengadakan kegiatan Safari Bebas Pasung. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Kesehatan Jiwa Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, drg. R Vensya Sitohang, M.Epid bersama tim dengan melakukan kunjungan ke RSJ Mutiara Sukma, Rabu (09/11/2022). Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang masalah/tantangan dan penguatan serta pengembangan kesehatan jiwa khususnya penanganan masalah pasung di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Perlu diketahui bersama bahwa bebas pasung saat ini menjadi salah satu fokus perhatian skala nasional sehingga Kementerian Kesehatan sudah menetapkan bahwa bebas pasung masuk menjadi indikator kabupaten kota sehat. Hal ini disampaikan oleh drg. Vensya dalam arahannya mengingat pentingnya kesehatan jiwa untuk mewujudkan kabupaten/kota sehat tanpa adanya pemasungan dan ODGJ yang menggelandang di jalanan.
Pagi itu tim safari bebas pasung ini disambut langsung oleh Anggota Dewan Pengawas RSJMS, Bowo Susatyo, S.Sos., MT, mewakili pemilik rumah sakit, didampingi beberapa pejabat struktural dan para unsur pimpinan di RSJMS. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTB.
Paparan seputar penanganan pasung yang telah dilaksanakan RSJ Mutiara Sukma bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta OPD terkait melalui Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM), disampaikan oleh Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida dalam presentasi nya di Aula Edelweis RSJMS. Tidak lupa, inovasi layanan RSJMS juga disampaikan pada presentasi tersebut. Pada kesempatan itu pula dilakukan sharing pengalaman oleh Ners Spesialis Keperawatan Jiwa RSJMS, Ns. I Nengah Darthayasa, M.Kep., Sp.Kep.J tentang Praktik Keperawatan Jiwa di rumah sakit dan praktik Keperawatan Jiwa Masyarakat yang telah dilakukan selama ini.
Adanya call center penanganan bunuh diri, Sistem Komunikasi Tiga Pilar (SIRUKOGALAR) dan pojok healing yang telah dilaksanakan oleh RSJ Mutiara Sukma mendapat apresiasi langsung dari Direktur Kesehatan Jiwa dan tim, dimana program ini juga rencananya akan diterapkan di tingkat nasional. Hal ini membawa semangat baru bagi seluruh civitas hospitalia RSJ Mutiara Sukma untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Diskusi yang cukup hangat dilanjutkan dengan hospital tour dilakukan pada kunjungan pagi itu.