Bali - Memenuhi undangan Asosiasi Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Indonesia (ARSAWAKOI) dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) Tahun 2022 yang diselenggarakan di Bali, Direktur RSJ Mutiara Sukma dalam hal ini diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Medik, dr. Maria Lisdiana hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Acara puncak tahun ini dilaksanakan di RSJ Provinsi Bali, Senin (10/10/2022) dengan rangkaian acara yang dilaksanakan secara hybrid. "Baru sekitar 50 % dari seluruh puskesmas kita yang berjumlah 10.321, mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa, jumlah Psikiater kita yang menurut standar WHO seharusnya 1 : 30.000 penduduk, kita masih 1 : 200.000, selain itu masih ada empat provinsi yang belum memiliki rumah sakit jiwa dan baru 40 % rumah sakit umum dengan pelayanan jiwa. Dengan situasi seperti ini, kesempatan ini saya ingin menggunakan sebagai momentum bersama nantinya kita memperkuat jejaring layanan kesehatan jiwa dari rumah sakit rujukan sampai dengan puskesmas dan kader" ungkap Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dr. Maria Endang S, MPH saat menyampaikan laporannya.
Kegiatan puncak peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) ini diikuti oleh Wakil Menteri Kesehatan, Gubernur Prov. Bali diwakili oleh Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Prov. Bali, Bupati Kabupaten Bangli yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, para pimpinan kementerian dan lembaga, forkompimda Provinsi Bali & Kabupaten Bangli, para direktur rumah sakit jiwa se-Indonesia, dinas kesehatan provinsi kabupaten/kota se-Indonesia, organisasi profesi, LSM peduli kesehatan jiwa, organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha, pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan kementerian kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, diberikan juga hadiah kepada para pemenang lomba yang telah dilaksanakan dalam rangkaian acara HKJS tersebut. Acara yang dikemas apik dengan adanya paduan suara Gita Sudjarwadi pada pembukaan acara, semakin membuat meriah peringatan HKJS ini. (HUMAS RSJMS)