Mataram. Instalasi Rehabilitasi Psikososial memberikan keterampilan kepada rehabilitan psikososial yang sudah melewati proses seleksi, Rabu (19/08/20).
Tidak hanya hari ini, pelayanan rehabilitasi psikososial ini dilaksanakan setiap hari oleh seluruh profesi di Instalasi Rehabilitasi Psikososial dengan dikomandani oleh Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikosial, Kurniawan Riris Suprijanto, S.Kep. Ns
Rehabilitasi psikososial adalah upaya pemulihan kesehatan mental dan peningkatan keterampilan hidup agar ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) mampu melakukan aktivitas hidup sehari-hari serta upaya proses integrasi sosial, peran sosial yang aktif dan peningkatan kualitas hidup. Proses kegiatan rehabilitasi psikososial ini dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu: tahap persiapan, tahap penempatan/penyaluran dan tahap pengawasan, yang dilanjutkan dengan kegiatan sosioterapi.
“Karena latar belakang pasien rehabilitan Psikososial RSJ Mutiara Sukma adalah petani dan buruh, salah satu program pelayanan rehabilitasi psikososial untuk bekal keterampilan mandiri pasien adalah dengan Latihan Terapi Kerja salah satunya Perkebunan,dimana kita membimbing mereka mulai dari mempersiapkan proses media tanam, pembibitan dan pemeliharaannya” pungkas Mas Riris, panggilan akrab Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial saat memberikan keterampilan berkebun kepada pasien rehabilitan psikososial saat itu.
Senada dengan yang disampaikan oleh Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial, Kepala Bidang Pelayanan, Dr Wiwin Nurhasida juga menyampaikan bahwa “Fokus Bentuk kegiatan rehabilitasi psikososial Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma di tahun 2020 adalah Tata boga, perkebunan dan kerajinan tangan. Pemilihan kegiatan ini bukan tanpa alasan. Salah satunya dengan melihat latar belakang kecenderungan peminatan, sosial ekonomi dan pendidikan ODGJ yang sedang melalui rehabilitasi” ucap Dr. Wiwin Nurhasida pada kesempatan berbeda.
Kepala Instalasi Rehabiltasi Psikosial juga menyampaikan bahwa tujuan latihan terapi kerja perkebunan pada ODGJ tersebut adalah mengoptimalkan kemampuan kognitif dan psikomotor pasien ODGJ akibat dampak gangguan jiwa yang diderita sehingga bisa lebih mandiri ketika kembali kepada keluarga dan masyarakat, bahkan bila skill-nya semakin baik bisa disalurkan menjadi sebuah keterampilan usaha mandiri atau ditempat kerja yang sesuai dengan bakatnya serta berkebun untuk melatih pasien rehabiltan psikososial bertanggung jawab dalam proses tahapan berkebun, fokus pada kegiatan, dan secara tidak langsung berolah raga fisik dan memberikan kepuasan batin ketika berhasil sehingga bisa meningkatkan kepercayaan diri pasien ODGJ.(Ace/RSJMS)